Dwi Jatmiko SPdI, wakil kepala sekolah bidang Humas Sekolah
Pendidikan Karakter berbasis TIK SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta, Jawa
Tengah mengajak guru al Islam Kemuhammadiyahan untuk meningkatkan kemampuan
bacaan Alquran (Tahsinul Quran).
Hal ini disampaikan Dwi Jatmiko ketika menjadi salah satu
nara sumber kegiatan pelatihan Program Tahsin Tilawah (PTT) di lingkungan
Perguruan Muhammadiyah Kota Surakarta, Sabtu (2/12/2017) pagi. Pelatihan ini
diikuti 28 guru al Islam Kemuhammadiyahan tingkat SD, SMP/MTs, SMA, MA dan SMK
kelompok pengajian tahsin KH AR Fachruddin. “Mari kita lebih mencintai dan
memperbagus bacaan Alquran,” ujar Dwi Jatmiko.
“Rasulullah dalam hadits Bukhari nomer. 4639 bersabda,
sebaik-baik kalian adalah orang yang belajar Alquran dan mengajarkannya,” tutur
Dwi Jatmiko.
Dwi Jatmiko menguraikan, istilah tahsin sering kali dikaitkan
dengan aktivitas membaca Alquran. Istilah ini muncul sebagai sinonim dari kata
yang sudah lebih dulu akrab di telinga muslimin, yaitu tajwid yang seringkali
dipahami sebagai ilmu yang membahas tata cara membaca Alquran dengan baik dan
benar, serta segala tuntutan kesempurnaanya.
“Secara bahasa, istilah tajwid yang disamakan dengan tahsin
ini memiliki arti yang sama, yaitu membaguskan. Para ulama memberikan batasan
mengenai istilah ini, yaitu mengeluarkan huruf-huruf Alquran dari tempat-tempat
keluarnya (makhraj huruf) dengan memberikan hak dan mustahaknya,” tambah Dwi
Jatmiko, saat di musholla SMP Muhammadiyah 1 Simpon Surakarta.
Dwi Jatmiko menlanjutkan penjelasannya. Setiap membaca
Ar-Rahman, naik satu derajat. Baca lagi Allamal Quran, naik satu derajat lagi.
Khalaqal Insan, naik satu derajat lagi dan begitu seterusnya. “Allah memberikan
hak di akhirat kelak untuk memasukkan 10 anggota keluarganya masuk surga,
subhanallah maha suci Allah,” ujarnya.
“Baca baca! Dalam nama Tuhanmu, yang telah menciptakan (semua
yang ada). Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Baca baca! Dan
Tuhanmu Maha Pemurah, yang telah mengajarkan, Dia telah mengajarkan manusia
yang dia tidak tahu. “(Quran 96: 1-5).
Dwi Jatmiko menjelaskan, kata pertama Alquran yang diwahyukan
kepada Nabi Muhammad SAW adalah baca. Baca dalam nama Tuhanmu. Tuhan meminta
orang-orang beriman untuk membaca, mencari pengetahuan, merenungkan alam
semesta serta keajaibannya, dan bersyukur.
Artinya, menurut Dwi Jatmiko, sejak hari pertama, Islam telah
mendorong literasi dan pendidikan. Dalam Kitab Suci Alquran, Allah berulang
kali menekankan pentingnya pendidikan. “Allah akan meninggikan orang-orang yang
beriman, dan orang-orang yang telah diberi pengetahuan.” (Quran 58:11)
“Pembelajaran Tahsin tilawah (PTT) bagi saya adalah suatu
kegiatan yang positif, untuk menumbuhkan semangat generasi now Islam khususnya
pendidik atau muaddib agar dekat agama, cinta Alquran. Kita dukung acara yang
seperti ini, tapi jangan sampai acara yang seperti ini jadi sebatas rutinitas,
tapi yang lebih penting adalah yang kita dapat ketika kita hidup sehari hari,
bermasyarakat, dilingkungan kita sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat
bagi manusia yang lainnya, setiap detik, setiap momen adalah kesempatan membaca
pesan Allah SWT,” tambahnya, saat di Halaqah KH AR Fachruddin SMP Muhammadiyah
1 Simpon Surakarta.
Sumber : MENARA62.COM







0 komentar:
Posting Komentar