peduli dan berbagi

Tumindak Sae Surakarta Jawa Tengah Indonesia.

Sedekah Membawa Berkah

Sosialisasi Aksi Nyata Tingkat Nasional Bersama Kick Andy.

Berkarya dan Berbagi untuk sesama

Sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi manusia yang lain, adalah salah satu bentuk aplikasi gotong royong.

ANIS (Aksi Nyata Indonesia Sosial

Peduli Agama, Manusia, Lingkungan dan Manajemen yang rahmatan lil Alamin.

Indahnya Kebers4m4an

Crah agawe Bubrah, Rukun Agawe Santoso, sempatkanlah berkarya ... hidup adalah perjalanan tempat untuk menanam yang termanifestasikan hanya Ibadah kepadanya untuk mencari Ridha-Nya.

Berita

Sebaik-baik Manusia Yang Bermanfaat bagi Manusia Yang lain|Tiada daya dan upaya kecuali hanyalah pertolongan-Nya "

Kamis, 18 Januari 2018

Warung Makan Serba Rp 2.000 untuk Warga Solo

SOLO, KOMPAS.com — Banyak cara untuk mewujudkan kepedulian terhadap sesama yang kekurangan atau hidup dalam kesusahan. Salah satunya ialah dengan menjual nasi dengan harga murah.

Di "Warung Murah" di Solo, warga bisa membeli makanan hanya dengan membayar Rp 2.000. Warung yang berupa mobil dengan desain khusus tersebut mendatangi warga di kampung-kampung untuk menyediakan menu murah meriah yang dibawanya.

Sudah sekitar satu tahun Warung Murah hadir di Kota Solo untuk membantu para warga yang tergolong dalam ekonomi menengah ke bawah. Sesuai namanya, Warung Murah Solo menyediakan kurang lebih 200-300 porsi setiap berjualan.

Empat kali dalam seminggu, puluhan relawan yang terlibat dalam warung tersebut mendatangi kampung yang banyak dihuni warga yang kekurangan, seperti di Kelurahan Semanggi, Terminal di Banjarsai, Puteri Cempo di Jebres, dan Bundaran Gladak di Pasar Kliwon.

"Kami menyediakan menu nasi, sayur, ayam, ikan lele, dan sebagainya dengan harga Rp 2.000 rupiah per porsi. Murah, tapi kita juga perhatikan dari masalah kesehatan makanan," kata Muhammad Nur, Koordinator Warung Murah di Solo, Kamis (6/8/2015).

Sementara itu, warung di atas mobil memudahkan para relawan bergerak dari lokasi satu ke lokasi lainnya. Menurut Nur, empat kali dalam seminggu mereka mendatangi lokasi-lokasi yang sudah ditentukan.

"Setiap berjualan, kami menyediakan kurang lebih 200-300 porsi. Kira-kira habis Rp 1 juta," katanya.

Dana didapat dari sumbangan dan orang yang tertarik untuk membantu program sosial tersebut. Selain itu, sumbangan tidak harus berupa uang, tetapi bisa juga berupa bahan makanan.

Menurut Jatmiko, salah satu pengurus Warung Murah, ide tersebut berawal dari munculnya warung serupa di Jakarta. Mereka lalu mencoba untuk menghadirkan warung tersebut di Solo.

"Pada tahun 2013, ada warung murah di Jakarta, lalu kita coba hubungi dan membuat hal serupa di Solo, akhirnya tahun 2014 masuk Solo," katanya saat dihubungi.

Jatmiko menambahkan, warung tersebut selama setahun sebetulnya ingin menyediakan menu dari bahan organik. Alasannya ialah untuk menjamin kesehatan makanan yang akan dijual. Namun, karena keterbatasan bahan, para relawan hanya memilih makanan yang tidak mengandung pengawet atau unsur plastik di dalam makanan.

"Jadi, kita tidak hanya sekadar murah, tetapi juga ingin menawarkan makanan sehat bagi warga," katanya.

Dari pengamatan, saat Warung Murah beroperasi di Kampung Silir, Semanggi, warga banyak mengantre. Sri Lestari, salah satu warga yang mengantre, mengaku beruntung bisa membeli makanan layak dengan harga murah.


"Rp 2.000 rupiah sudah dapat nasi, sayur, dan ikan lele. Murah Mas," kata Sri.

 
PenulisKontributor Surakarta, M Wismabrata

EditorCaroline Damanik

Humas SDM 1 Ketelan Ikut Workshop Kreatif Menulis Esai

SOLO, MENARA62.COM — Wakil kepala sekolah bidang humas sekolah Pendidikan Karakter Berbasis TIK SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta, ikut workshop proses kreatif menulis esai. Kegiatan itu berlangsung di Lembaga Pelatihan Jurnalistik (LPJS) SOLOPOS Jl. Adisucipto 190 Solo.

Wakasek Bidang Kehumasan SDM 1 Ketelan Surakarta Jatmiko senang mendapat ilmu baru berkaitan dengan teknik proses kreatif menulis esai.

“Sepanjang yang saya ketahui, pendidikan ada tiga komponen penting atau lingkungan yang sangat berpengaruh yaitu keluarga, sekolah, dan masyarakat. Sebagai salah satu lingkungan terjadinya kegiatan pendidikan, masyarakat berpengaruh besar terhadap berlangsungnya segala aktivitas yang menyangkut masalah pendidikan,” katanya saat ditemui usai workshop di Griya Solopos, Rabu (27/12/2017) sore.

Hubungan sekolah dengan masyarakat adalah kerjasama antara sekolah dengan masyarakat dalam penyelenggaraan pelayanan pendidikan. Menurutnya, sekolah memiliki tanggung jawab memberi pemahaman kepada masyarakat tentang visi, misi, tujuan, program, dan kebutuhan sekolah.

Pelatihan workshop sehari kreatif menulis esai, dimulai sejak pukul 08.30 pagi hingga 15.30 sore. Rangkaian kegiatan ini diawali presensi, pembukaan oleh Sholahuddin. Materi yang disampaikan terbagi ke dalam dua sesi. Sesi pertama adalah proses kreatif menulis esai yang dibawakan oleh Syifaul Arifin. Sesi kedua, terkait dengan menuangkan ide ke dalam Esai oleh Ichwan Prasetyo.

Syifaul Arifin menyampaikan, ada empat hal yang menentukan tulisan baik. Pertama, ide yang baik: orisinil, berdampak, unik, baru, bermanfaat. Kedua, tulisan yang berbobot, informatif, benar, akurat, objektif, bermanfaat, istimewa. Ketiga, kepiawaian menyususn tulisan, baik sisi eksposisi, argumentasi, deskripsi, narasasi. Keempat, kepiawaian berbahasa, dalam berbahasa, hindari istilah asing yang membingungkan pembaca. Standar yang dipakai adalah bahasa baku (KBBI).

Ichwan Prasetyo, menyampaikan materi menuangkan ide ke dalam esai. Esai yang baik memberi dan memperkaya pengetahuan pembaca, memiliki signifikasi atau posisi penting, tidak biasa, terdapat nilai pembeda, ringkas dan padat, memiliki rujukan konteks dan peristiwa. Ada tujuh elemen tulisan: informatif, signifikan, fokus, konteks, wajah, bentuk, dan suara.

'Warung Murah' di Solo khusus warga kurang mampu

Merdeka.com - Jika anda bepergian ke Kota Solo, anda akan menjumpai sebuah mobil yang disulap layaknya sebuah warung makan. Mobil pick up yang didesain sedemikian rupa ini, selalu berpindah-pindah untuk memenuhi kebutuhan makan langganannya. Warga Solo menyebutnya dengan istilah 'Warung Murah'.

Dengan hanya mengeluarkan kocek sebesar Rp 2 ribu rupiah, para pembeli akan mendapatkan satu bungkus nasi, dengan sejumlah lauknya seperti, sayur, ayam, lele dan sebagainya.

Menu yang tentunya sangat murah dan meriah. Dalam sehari mobil 'Warung Murah' tersebut bisa menjual 200 hingga 300 porsi setiap harinya.

Muhammad Nur, Koordinator Warung Murah mengatakan, warung yang berupa mobil dengan desain khusus tersebut memang berkeliling mendatangi warga di kampung-kampung untuk menyediakan menu murah meriah. Dia mengaku sudah sekitar satu tahun mengelola warung tersebut untuk membantu warga yang kurang mampu.

"Kami berjualan berkeliling 4 kali dalam seminggu. Ada puluhan relawan yang terlibat dalam warung murah kami. Kami sengaja mendatangi kampung yang banyak dihuni warga yang kurang mampu. Misalnya di Kelurahan Semanggi, Terminal, TPA Puteri Cempo, dan Bundaran Gladag," ujarnya.

Meski murah, lanjut Nur, dia tetap memperhatikan kesehatan dalam penyajian menu makanan. Untuk menyajikan menu 200-300 porsi, dia mengaku mengeluarkan modal sekitar Rp 1 juta rupiah.

Uang tersebut, menurut dia, didapatkan dari sumbangan donatur dan orang yang tertarik untuk membantu program sosial tersebut. "Sumbangan tidak harus berupa uang, bisa juga bahan makanan," imbuhnya.

Salah satu relawan, Jatmiko menambahkan, ide tersebut berawal munculnya warung serupa di Jakarta. Kemudian dia bersama relawan lainnya mencoba untuk menghadirkan warung tersebut di Solo.
"Di Jakarta tahun 2013 pernah ada warung murah seperti ini. Kemudian kita coba hubungi dan membuat hal serupa di Solo, akhirnya tahun 2014 masuk Solo," ucapnya.

Pada awalnya, lanjut dia, warung tersebut selama setahun ini menyediakan menu dari bahan organik. Hal tersebut dimaksudkan untuk menjamin kesehatan makanan yang akan dijual. Namun karena keterbatasan bahan, pihaknya memilih makanan yang tidak mengandung pengawet atau unsur plastik di dalam makanan. [hhw]

Guru SD Muhammadiyah Abepura Studi Banding ke Solo


REPUBLIKA.CO.ID, SOLO -- Sekolah Pendidikan Karakter Berbasis Teknologi, Informasi dan Komunikasi (TIK) SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta, Jawa Tengah kembali mendapat kunjungan tamu studi banding. Kali ini tamu studi banding berasal dari SD Muhammadiyah Abepura, Jl. Sami No. 3 Abepura, Kecamatan Abepura, Kota Adm Jayapura, Provinsi Papua. (Senin, 8 Januari 2018).

Sebanyak 21 perwakilan mulai dari kepala sekolah, tenaga pendidik dan kependidikan dari SD Muhammadiyah Abepura saling berbagi dan menimba ilmu di SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta, yang dipimpin oleh Wiji, S.Pd selaku kepala sekolah. Dalam kunjungan ini mereka ingin mendapatkan kondisi dan informasi karena sering dibicarakan dikalangan guru tetapi belum tahu kondisi yang sebenarnya terutama tentang lokasi sekolah, kurikulum, kegiatan kesiswaan dan sistem administrasi sekolah di samping acara silaturahmi untuk mempererat rasa persaudaraan, persatuan sesama guru dan kemajuan sebagai anak bangsa Indonesia.

Di SD Muhammadiyah 1 Ketelan, rombongan langsung disambut hangat oleh Kepala Sekolah, Sri Sayekti, S.Pd., M.Pd beserta jajarannya dan sekretaris Majelis Dikdasmen PDM Kota Surakarta, Drs. H. Muchsin al Rasyid. Pertemuan ini berlangsung di ruang aula. Acara diawali dengan pembukaan oleh Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas, Jatmiko, diawali upacara pengibaran sang merah putih dengan mempersembahkan mars dokter, tari, seni tunggal tim tapak suci putera Muhammadiyah, diakhiri penampilan apik Nabila Alya kelas 5 C, membawakan lagu Indonesia Jaya, Bendera lagu yang dipopulerkan Grup Band Cokelat, dan Bengawan solo serta sambutan kedua belah sekolah.

Selanjutnya, pengenalan diawali dengan pemaparan singkat tentang profil SD Muh 1 Ketelan Surakarta oleh Sri Sayekti, S.Pd., M.Pd diteruskan dengan pengenalan per bidang dari mulai waka hum as , sarana prasarana Sahudi, waka al Islam Ahmad Syaifuddin, S.Pd.I Kesiswaan Imam Priyanto, S.Pd kurikulum, SW. Winarsi, S.Ag., S.Pd dan tata usaha Indriyani, S.Kom.

Tujuan studi banding kali ini adalah perlu kiranya warga sekolah khususnya para guru dan karyawan SD Muhammadiyah Abepura diberikan pengenalan, wawasan, inovasi dan kreasi dari sekolah yang berkemajuan dengan latar belakang serta kondisi yang berbeda yang selama ini namanya sering dibicarakan dikalangan guru, juga ingin mendapatkan informasi tentang urusan kurikulum, kesiswaan, sarana/prasarana dan humas, pendidik dan tenaga kependidikan, ketatausahaan serta laboratorium dan acara silaturahmi, serta saya mengaku kagum atas prestasi yang telah diraih terang Kepala Sekolah SD Muhammadiyah Abepura, Wiji, S.Pd.

Selanjutnya, Kepala sekolah Sri Sayekti, S.Pd., M.Pd menyatakan Momentum ini mampu menjadi media silaturahmi, dan cu kup berbangga sebagai warga persyarikatan bisa berbagi untuk mendidik generasi anak bangsa di era kemajuan teknologi informasi. Dalam kesempatan tersebut, Sri Sayekti, S.Pd., M.Pd mengajak seluruh peserta studi banding untuk mengenal lebih dekat tentang potensi sekolah. Tidak hanya di bidang akademis, tetapi juga potensi yang lain, seperti dalam bidang Badan Usaha milik sekolah, kantin sehat, dokter kecil, antar jemput hingga proses pendirian radio streaming bidang pendidikan.

Setelah sharing dan bertukar informasi, peserta rombongan kemudian keliling komplek sekolahan untuk melihat langsung aktivitas Kegiatan Belajar Mengajar. Humas Jatmiko

Sabtu, 02 Desember 2017

Ajak PAI Tingkatkan Kemampuan Bacaan Alquran

Dwi Jatmiko SPdI, wakil kepala sekolah bidang Humas Sekolah Pendidikan Karakter berbasis TIK SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta, Jawa Tengah mengajak guru al Islam Kemuhammadiyahan untuk meningkatkan kemampuan bacaan Alquran (Tahsinul Quran).

Hal ini disampaikan Dwi Jatmiko ketika menjadi salah satu nara sumber kegiatan pelatihan Program Tahsin Tilawah (PTT) di lingkungan Perguruan Muhammadiyah Kota Surakarta, Sabtu (2/12/2017) pagi. Pelatihan ini diikuti 28 guru al Islam Kemuhammadiyahan tingkat SD, SMP/MTs, SMA, MA dan SMK kelompok pengajian tahsin KH AR Fachruddin. “Mari kita lebih mencintai dan memperbagus bacaan Alquran,” ujar Dwi Jatmiko.

“Rasulullah dalam hadits Bukhari nomer. 4639 bersabda, sebaik-baik kalian adalah orang yang belajar Alquran dan mengajarkannya,” tutur Dwi Jatmiko.

Dwi Jatmiko menguraikan, istilah tahsin sering kali dikaitkan dengan aktivitas membaca Alquran. Istilah ini muncul sebagai sinonim dari kata yang sudah lebih dulu akrab di telinga muslimin, yaitu tajwid yang seringkali dipahami sebagai ilmu yang membahas tata cara membaca Alquran dengan baik dan benar, serta segala tuntutan kesempurnaanya.

“Secara bahasa, istilah tajwid yang disamakan dengan tahsin ini memiliki arti yang sama, yaitu membaguskan. Para ulama memberikan batasan mengenai istilah ini, yaitu mengeluarkan huruf-huruf Alquran dari tempat-tempat keluarnya (makhraj huruf) dengan memberikan hak dan mustahaknya,” tambah Dwi Jatmiko, saat di musholla SMP Muhammadiyah 1 Simpon Surakarta.

Dwi Jatmiko menlanjutkan penjelasannya. Setiap membaca Ar-Rahman, naik satu derajat. Baca lagi Allamal Quran, naik satu derajat lagi. Khalaqal Insan, naik satu derajat lagi dan begitu seterusnya. “Allah memberikan hak di akhirat kelak untuk memasukkan 10 anggota keluarganya masuk surga, subhanallah maha suci Allah,” ujarnya.

“Baca baca! Dalam nama Tuhanmu, yang telah menciptakan (semua yang ada). Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Baca baca! Dan Tuhanmu Maha Pemurah, yang telah mengajarkan, Dia telah mengajarkan manusia yang dia tidak tahu. “(Quran 96: 1-5).

Dwi Jatmiko menjelaskan, kata pertama Alquran yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad SAW adalah baca. Baca dalam nama Tuhanmu. Tuhan meminta orang-orang beriman untuk membaca, mencari pengetahuan, merenungkan alam semesta serta keajaibannya, dan bersyukur.

Artinya, menurut Dwi Jatmiko, sejak hari pertama, Islam telah mendorong literasi dan pendidikan. Dalam Kitab Suci Alquran, Allah berulang kali menekankan pentingnya pendidikan. “Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman, dan orang-orang yang telah diberi pengetahuan.” (Quran 58:11)


“Pembelajaran Tahsin tilawah (PTT) bagi saya adalah suatu kegiatan yang positif, untuk menumbuhkan semangat generasi now Islam khususnya pendidik atau muaddib agar dekat agama, cinta Alquran. Kita dukung acara yang seperti ini, tapi jangan sampai acara yang seperti ini jadi sebatas rutinitas, tapi yang lebih penting adalah yang kita dapat ketika kita hidup sehari hari, bermasyarakat, dilingkungan kita sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi manusia yang lainnya, setiap detik, setiap momen adalah kesempatan membaca pesan Allah SWT,” tambahnya, saat di Halaqah KH AR Fachruddin SMP Muhammadiyah 1 Simpon Surakarta.

Sumber : MENARA62.COM
Ayoo berkarya dan berbagi "