SOLO, KOMPAS.com — Banyak
cara untuk mewujudkan kepedulian terhadap sesama yang kekurangan atau hidup
dalam kesusahan. Salah satunya ialah dengan menjual nasi dengan harga murah.
Di "Warung Murah"
di Solo, warga bisa membeli makanan hanya dengan membayar Rp 2.000. Warung yang
berupa mobil dengan desain khusus tersebut mendatangi warga di kampung-kampung
untuk menyediakan menu murah meriah yang dibawanya.
Sudah sekitar satu tahun
Warung Murah hadir di Kota Solo untuk membantu para warga yang tergolong dalam
ekonomi menengah ke bawah. Sesuai namanya, Warung Murah Solo menyediakan kurang
lebih 200-300 porsi setiap berjualan.
Empat kali dalam seminggu,
puluhan relawan yang terlibat dalam warung tersebut mendatangi kampung yang
banyak dihuni warga yang kekurangan, seperti di Kelurahan Semanggi, Terminal di
Banjarsai, Puteri Cempo di Jebres, dan Bundaran Gladak di Pasar Kliwon.
"Kami menyediakan menu
nasi, sayur, ayam, ikan lele, dan sebagainya dengan harga Rp 2.000 rupiah per
porsi. Murah, tapi kita juga perhatikan dari masalah kesehatan makanan,"
kata Muhammad Nur, Koordinator Warung Murah di Solo, Kamis (6/8/2015).
Sementara itu, warung di
atas mobil memudahkan para relawan bergerak dari lokasi satu ke lokasi lainnya.
Menurut Nur, empat kali dalam seminggu mereka mendatangi lokasi-lokasi yang
sudah ditentukan.
"Setiap berjualan,
kami menyediakan kurang lebih 200-300 porsi. Kira-kira habis Rp 1 juta,"
katanya.
Dana didapat dari sumbangan
dan orang yang tertarik untuk membantu program sosial tersebut. Selain itu,
sumbangan tidak harus berupa uang, tetapi bisa juga berupa bahan makanan.
Menurut Jatmiko, salah satu
pengurus Warung Murah, ide tersebut berawal dari munculnya warung serupa di
Jakarta. Mereka lalu mencoba untuk menghadirkan warung tersebut di Solo.
"Pada tahun 2013, ada
warung murah di Jakarta, lalu kita coba hubungi dan membuat hal serupa di Solo,
akhirnya tahun 2014 masuk Solo," katanya saat dihubungi.
Jatmiko menambahkan, warung
tersebut selama setahun sebetulnya ingin menyediakan menu dari bahan organik.
Alasannya ialah untuk menjamin kesehatan makanan yang akan dijual. Namun,
karena keterbatasan bahan, para relawan hanya memilih makanan yang tidak
mengandung pengawet atau unsur plastik di dalam makanan.
"Jadi, kita tidak
hanya sekadar murah, tetapi juga ingin menawarkan makanan sehat bagi
warga," katanya.
Dari pengamatan, saat
Warung Murah beroperasi di Kampung Silir, Semanggi, warga banyak mengantre. Sri
Lestari, salah satu warga yang mengantre, mengaku beruntung bisa membeli
makanan layak dengan harga murah.
"Rp 2.000 rupiah sudah
dapat nasi, sayur, dan ikan lele. Murah Mas," kata Sri.
PenulisKontributor
Surakarta, M Wismabrata
EditorCaroline Damanik






0 komentar:
Posting Komentar